Monday, 31 October 2022

sistem produksi

 1. Sistem produksi adalah suatu rangkaian dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang antara satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Nasution & Yudha, 2008).


2. Tujuan produksi
- Menambah kuantitas barang atau jasa.
- Memenuhi kebutuhan konsumen.
- Menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas tinggi.
- Meningkatkan keuntungan.
- Mengganti barang yang telah rusak atau sudah tidak bisa digunakan lagi.

3. Faktor - faktor produksi
1. Faktor Sumber Daya Alam (SDA)
2. Faktor Sumber Daya Manusia (SDM)
3. Faktor Sumber Daya Modal
4. Faktor Kewirausahaan
5. Faktor Sumber Daya Informasi

4. Klasifikasi sistem produksi
Klasifikasi Sistem Produksi berdasarkan aliran material :

Sistem Produksi Diskrit (intermittent / discrete production)
Sistem Produksi Kontinyu (flow / continuous production)
Klasifikasi Sistem Produksi berdasarkan pengerjaan tahap proses:

Sistem Produksi Bertahap (sequential processing)
Sistem Produksi Tumpang Tindih (overlapped processing)
Sistem Produksi Serentak (concurrent processing)
Klasifikasi Sistem Produksi berdasarkan kapasitas proses:

Sistem Produksi Kapasitas Berimbang (balanced capacity)
Sistem Produksi Proses Selaras (synchronous processing)
Sistem Produksi Proses Tak Selaras (asynchronous processing)

5. Jenis - jenis sistem produksi
Berdasarkan Proses Menghasilkan Sesuatu

Jenis yang pertama dari sistem ini adalah berdasarkan proses yang menghasilkan sesuatu. Bisa dibilang ini adalah proses yang menghasilkan sebuah output. Dalam jenis yang satu ini akan dibagi lagi menjadi dua bagian yang didasarkan pada waktu prosesnya, seperti berikut ini.

Continuous Process. Bisa disebut juga dengan proses produksi yang sifatnya berlanjut atau kontinu. Untuk proses produksi ini biasanya sistem akan menyusun peralatan ataupun komponen yang dibutuhkan secara berurutan sesuai dengan kegiatan produksi yang dilakukan. Bahkan bahan yang ada di dalam proses ini juga sudah mengalami proses standarisasi sebelumnya. Biasanya kegiatan ini cocok untuk perusahaan yang memiliki permintaan atau demand tinggi.

Intermitten Process. Berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini adalah proses produksi yang memiliki waktu produksi dengan sifat yang putus-putus. Biasanya kegiatan ini baru akan dilakukan ketika ada permintaan pada produk. Sehingga proses ini biasanya tidak membutuhkan standar khusus ketika melakukannya. Jadi dalam penyusunan peralatan produksinya juga tidak berurutan dan lebih fleksibel.

Berdasarkan Tujuan Operasinya

Lalu ada lagi jenis yang berdasarkan tujuan dari operasi produksi tersebut dibuat. Kali ini penjabarannya jauh lebih luas lagi jika dibandingkan dengan jenis yang sebelumnya. Sehingga pembahasannya akan dibagi berdasarkan sub jenisnya itu sendiri. Berikut ini adalah pembahasan lengkapnya

Assembly To Order (ATO). Pada jenis yang satu ini biasanya produsen hanya membuat desain yang standar, dengan modul operasional yang juga standar. Nantinya biasanya produk yang dihasilkan itu merupakan hasil rakitan berdasarkan permintaan konsumen dan juga modul. Salah satu industri yang seperti ini adalah perusahaan pabrik mobil.

Engineering To Order (ETO). Kalau yang satu ini bisa dibilang perusahaan memproduksi barang custom, atau sesuai dengan pesanan pelanggan. Sehingga bisa dibilang bahwa perusahaan memproduksi suatu barang dari mulai desain sampai hasilnya sesuai dengan permintaan dari pihak konsumen. Jadi sistem yang diterapkan juga biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dari proses ini.

Make To Order (MTO). Sesuai dengan namanya dimana produsen baru akan mengerjakan produk tersebut setelah sebelumnya pesanan item tersebut sudah diterima. Jadi sistem produksi yang digunakan pastinya akan jauh lebih berbeda jika dibandingkan dengan yang lain. Karena pengerjaan baru akan dilakukan setelah produk yang dipesan sudah diputuskan oleh konsumen.

Make To Stock (MTS). Kalau sistem yang sebelumnya dibuat setelah produk dipesan oleh pembeli, maka kali ini berbeda. Karena untuk sistem ini dibuat untuk menyelesaikan produksinya hanya sebagai barang untuk berjaga-jaga atau untuk stock. Sehingga tidak harus menunggu pesanan dari konsumen terlebih dahulu dan proses pengerjaan sudah bisa dilakukan.

No comments:

Post a Comment

PILAR PENDIDIKAN MENURUT UNESCO

 1. Learning to Know Pilar yang pertama adalah learning to know, yang berarti belajar untuk mengetahui, belajar untuk mencari tahu. Pilar i...